Latihan Relaksasi dan Pola Pikir yang Konyol
Latihan Relaksasi dan Pola Pikir yang Konyol – Saat Oprah Winfrey diwawancarai oleh jurnalis TV legendaris Barbara Walters, ia ditanya, “Apa alasanmu terus berjuang setiap minggu, setiap tahun, menghadapi berbagai emosi manusia?” Oprah menjawab, “Mengajarkan orang untuk bertanggung jawab. Aku percaya rahasia hidup adalah mengambil tanggung jawab. Begitu seseorang memahami ini, hidup mereka berubah. Mereka menjadi pengendali hidupnya, bukan sekadar bereaksi terhadap keadaan.”
Terlepas dari kontroversinya, banyak orang setuju bahwa Bill Clinton adalah pemimpin yang karismatik. Dalam autobiografinya, ia mengakui bahwa pengalaman pahit di masa kecil, kemarahan, dan emosinya justru mendorongnya untuk menjadi lebih baik. Dia sampai pada titik di mana ia cukup tidak puas dengan hidupnya dan akhirnya memutuskan untuk berubah. Ia terdorong untuk maju, bermimpi lebih besar, dan menerapkan strategi yang membantunya serta orang di sekitarnya.
Keputusan ada di tangan kita: melepaskan emosi negatif, hidup di masa sekarang, dan melangkah ke masa depan dengan semangat perubahan. Yang terbaik dari masa lalu adalah ia telah berlalu.
Latihan Pikiran Konyol
Sekarang, buat keputusan untuk melepaskan emosi lama yang terikat pada orang lain dan bergerak maju dengan lebih kuat. Tegakkan bahumu! Sekarang lakukan sesuatu yang sedikit aneh: Bayangkan dirimu melayang tinggi di udara. Di bawahmu ada jurang besar, di kedua sisinya ada 100 penyanyi yang mulai bernyanyi. Dengarkan petir menyambar tebing. Rasakan listrik statis di udara.
Sekarang bayangkan ada seekor puma besar di depanmu, menjilat bibirnya. Masuki tubuh puma itu, rasakan ototnya yang kuat, dan lihat ke bawah tebing. Di kejauhan, hampir tak terlihat, ada orang atau situasi yang selama ini mengganggumu. Dengarkan para penyanyi menyanyikan lagu “Pantatmu Milikku!” (atau lagu apa pun yang membuatmu merasa berkuasa).
Banyak dari kita merasa tidak bahagia karena kita tidak pernah melakukan latihan mental konyol seperti ini.
Melepaskan Beban Masa Lalu
Sekarang bayangkan ada sebuah ruangan dalam pikiranmu. Turuni tangga di ruangan itu, dan dengan setiap langkah, lepaskan beban negatif dan bangun kekuatan baru. Di bawah sana, ada sebuah pintu. Bukalah.
Di dalamnya, ada taman yang indah. Bayangkan pemandangannya, suaranya, udara segarnya. Di sana, ada beberapa orang yang perlu kau temui. Mungkin mereka adalah orang-orang yang masih menyisakan beban emosional dalam dirimu.
Sekarang, katakan dalam hatimu: “Aku memaafkan kalian.”
Mungkin kau belum menyadari bahwa ada tali-tali yang masih menghubungkanmu dengan mereka. Sekarang, ambil dua bilah pedang besar dan tebas tali-tali itu. Biarkan mereka terbang menjauh, pergi menjalani hidup mereka sendiri. Rasakan kelegaan dalam tubuhmu. Kunci perasaan ini dalam dirimu.
Sekarang, bayangkan dirimu yang lebih kuat dan lebih baik di masa depan. Seperti apa tampilan dirimu yang baru ini? Bagaimana rasanya? Bagaimana suaranya?
Jika kau belum bisa merasakannya, cobalah bayangkan berada di dekatnya. Rasakan kekuatannya. Perhatikan cara berdirinya, cara ia bernapas. Sekarang, masuklah ke dalam dirimu yang baru ini. Serap semua kualitas positifnya. Buat komitmen dengan dirimu yang paling dalam untuk membawa “dirimu yang baru” ke mana pun kau pergi.
Hidup dengan Standar Baru
Apa yang akan dilakukan versi dirimu yang lebih baik ini? Apa yang akan ia perjuangkan? Apa yang akan ia kontribusikan? Apa minatnya? Bagaimana ia akan merespons saat keluar jalur? Bagaimana rasanya hidup dengan standar yang lebih tinggi?
Sekarang, ambil keputusan untuk meningkatkan hubungan sosialmu. Orang suka berbicara tentang dirinya sendiri. Jika kau belajar menjadi pendengar yang baik, orang-orang akan menyukaimu—walaupun itu berarti harus mengorbankan sedikit kesenangan dalam berbicara demi mendengarkan mereka. Lihat bagaimana hidupmu berubah.
Perhatikan cara orang berbicara. Kita bisa membangun kedekatan dengan berbicara pada kecepatan dan volume yang serupa dengan lawan bicara kita.
Sekarang, fokuslah pada sesuatu yang membuatmu merasa kuat. Bersihkan kepalamu dari pikiran negatif. Bayangkan sosok panutan yang memiliki karakter positif yang ingin kau adopsi. Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan kepercayaan diri adalah dengan memutuskan saat ini juga untuk memilikinya—dan kemudian benar-benar menjalankannya.